Critical
Book Review

Disusun oleh :
Lydia suci antika (1502050153)
Kelas : III C Pagi
Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris
Mata Kuliah : Kurikulum dan
Pembelajaran
Dosen : M. Arifin, S.Pd., M.Pd.
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
MEDAN
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, Allah
pemilik alam dan sumber segala pengetahuan, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga
tugas ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik
dan diambil dari critical book review kedua
buku ini. Semoga dengan adanya critical book review kedua buku ini dapat
menambah wawasan dan pengetahuan tentang
”Kurikuluk dan Pembelajaran”.
Critical book review ini dimaksudkan untuk memenuhi
tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran. Dalam menyelesaikan critical book
review ini, saya telah mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun saya telah berusaha dengan
kesungguhan hati, namun saya merasa
bahwa critical book review ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu tegur
sapa dan kritik yang membangun akan saya terima dengan senang hati. Akhirnya
saya berharap semoga apa yang saya uraikan dalam laporan critical book review
ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan pembaca pada umumnya.
Amin.
Medan,
11 Oktober 2014
Penulis,
Lydia Suci Antika
NPM : 1502050153
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR
ISI................................................................................................................... ii
Identitas
Buku I “Kurikulum dan Pembelajaran.................................................... 1
A. Ringkasan Buku I............................................................................................ 2
B. Kelebihan Buku I.......................................................................................... 10
C.
Kelemahan
Buku I........................................................................................ 11
Identitas Buku
II “Kurikulum dan Pembelajaran”.............................................. 12
A.
Ringkasan
Buku II....................................................................................... 13
B.
Kelebihan
Buku II........................................................................................ 22
C.
Kelemahan
Buku II...................................................................................... 23
Perbandingan
Buku I dan Buku II......................................................... 24
Kesimpulan.................................................................................................. 26
Saran............................................................................................................... 27
Referensi....................................................................................................... 28
Identitas Buku I "Kurikulum dan Pembelajaran"
1.
Judul buku :
Kurikulum dan Pembelajaran
2.
Penerbit :
Raja Grafindo Persada
3.
Penulis :Tim
Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran
4.
Tahun terbit : 2016 cetakan
ke 5
5.
Tebal halaman : 306 halaman
6.
Harga buku :
Rp.70.000.00
7.
No ISBN :
978-979-769-382-4
D. Ringkasan Buku
I “Kurikulum
dan Pembelajaran”
Buku yang ditulis oleh Tim
Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran yang didalamnya terdapat
penjelasan tentang kurikulum sampai inovasi kurikulum dan pembelajaran. Dalam
bab 1 dijelaskan pengertian kurikulum menurut para ahli beserta peranan
kurikulum bagi para guru maupun calon guru yang belum mengetahui pengertian
kurikulum itu sendiri, dalam buku ini akan dijelaskan pengertian kurikulum
menurut ahli.
Salah
satunya Saylor, Alexander dan Lewis (1974) yang menganggap kurikulum sebagai
segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa supaya belajar, baik dalam ruang
kelas, di halaman sekolah maupun di luar sekolah. Maksud dari pengertian ini
adalah siswa tidak hanya memperoleh ilmu dari lingkungan sekolah saja melainkan
siswa juga memperoleh dari luar sekolah dengan mengikuti bimbingan belajar dan
mencari ilmu lewat teknologi. Adapun menurut para ahli lainnya ada beberapa
dimensi pengertian kurikulum, R. Ibrahim (2005) mengelompokkan kurikulum
menjadi tiga dimensi yaitu:
1.
Kurikulum
sebagai substansi.
2.
Kurikulum
sebagai sistem.
3.
Kurikulum
sebagai bidang studi.
Said Hamid Hasan (1988) mengemukakan
bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian,
dimana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan, maksudnya
keempat dimensi ini tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Apabila salah
satu dari keempat dimensi ini tidak terlaksana dengan baik maka dimensi lainnya
tidak akan optimal.
Keempat dimensi kurikulum tersebut,
yaitu:
1.
Kurikulum
sebagai suatu ide/gagasan.
2.
Kurikulum
sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari
kurikulum sebagai suatu ide.
3.
Kurikulum
sebagai suatu kegiatan yang sering pula disebut dengan istilah kurikulum
sebagai realita atau implementasi kurikulum.
4.
Kurikulum
sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai kegiatan.
Jadi pengertian kurikulum adalah seperangkatpedoman
tertulis yang berisi tujuan, bahan dan metode pembelajaran yang harus
dilaksanakan oleh guru kepada peserta didiknya untuk mencapai tujuan-tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan.
Pada
dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses
pembelajaran. Baik bagi guru, siswa, kepala sekolah/pengawas, orang tua, dan
masyarakat.
Adapun
6 fungsi kurikulum menurut Tim Pengembang MKDP untuk memudahkan kita dalam mempraktikkannya
dalam kehidupan belajar mengajar. Keenam fungsi kurikulum tersebut yaitu:
1. Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive
function)
2. Fungsi Integrasi (the integrating function)
3. Fungsi Diferensiasi (the differentiating function)
4. Fungsi Persiapan (the propaedeutic function)
5. Fungsi Pemilihan (the selective function)
6. Fungsi Diagnotik (the diagnostic function)
Kurikulum berperan sebagai pencapaian tujuan
pendidikan yang strategis agar membina
perilaku siswa, membangun kemampuan-kemampuan siswa dalam kehidupan
bermasyarakat. Ketiga peranan ini harus berjalan secara seimbang. Jika tidak,
akan terjadi ketimpangan-ketimpangan yang menyebabkan peranan kurikulum
persekolahan menjadi tidak optimal. Jadi, dalam
tahap pengenalan kurikulum guru harus mampu mengelompokkan siswanya kedalam
spesifikasi yang benar. Karena dengan guru mengelompokkan siswa berarti guru
sudah mulai paham dengan karakter peserta didiknya dan mampu menjalankan
kurikulum dengan baik.
Kurikulum baik pada tahap kurikulum
sebagai ide, rencana atau pengalaman
maupun sebagai hasil dalam pengembangan harus mampu mengacu atau
menggunakan landasan yang kokoh. Karena landasan itu ibarat pondasi jika
pondasinya tidak kuat maka kurikulum itu akan terombang-ambing. Maksud dari
kata terombang-ambing adalah peserta didik dan pendidik yang melakukan proses
pelaksanaan kurikulum. Dan harus sesuai dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
Pada prinsipnya ada empat landasan
pokok yang harus dijadikan dasar pengembangan kurikulum yaitu:
1.
Landasan
filosofis: terkait asumsi-asumsi yang realisitis yang menjadi titik tolak dalam
mengembangakan kurikulum. Dari asumsi inilah yang menjadi dasar pengembangan
kurikulum. Dari landasan ini kita dapat mengetahui tujuan pendidikan dengan
cara memberikan motivasi-motivasi sebelum dimulainya pembelajaran.
2. Landasan psikologis: terkait
asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi dalam mengembangkan kurikulum.
Didalam landasan psikologi ada tiga teori belajar yaitu teori kognitif, teori behavoristik dan teori humanistic.
3. Landasan sosial budaya: bersumber dari
pendapat sosiologi dan antropologi. Karakter sosial budaya yang harus ada
didalam pengembangan kurikulum agar siswa tidak lupa akan kebudayaannya sendiri
yang sudah tergerus oleh zaman modern. Dan peserta didik berasal dalam
lingkungan masyarakat maka peserta didik harus diarahkan dengan baik agar mampu
terjun dalam kehidupan bermasyarakat pula.
4. Landasan ilmiah dan teknologi: yang
berasal dari hasil riset atau penelitian yang membutuhkan sumbangan dari
berbagai kajian ilmiah agar kurikulum itu sendiri tidak ketinggalan zaman dan
harus sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Dalam landasan ini sekolah
mampu menyiapkan berbagai alat teknologi yang modern, agar peserta didik tidak
tertinggal jauh oleh sekolah-sekolah lainnya.
Sistem kurikulum memiliki empat
komponen, yaitu: komponen tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi pencapai
tujuan, dan komponen evaluasi. Dari keempat komponen ini harus saling berkaitan
satu sama lain, apabila salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum
terganggu maka sistem kurikulum akan cacat. Berikut ini salah satu penjelasan
komponen kurikulum sebagai tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah
atau hasil yang diharapkan dengan skala makro bahkan, rumusan
tujuan menggambarkan satu masyarakat yang di cita-citakan. Misalkan, filsafat
atau sistem nilai yang di anut masyarakat Indonesia adalah Pancasila, maka
tujuan yang diharapkan tercapai oleh suatu kurikulum adalah terbentuknya
masyarakat yang Pancasila. Berikut ini beberapa tujuan pendidikan yang
diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
a.
Tujuan
Pendidikan Nasional (TPN)
b.
Tujuan
institusional (TI)
c.
Tujuan
Kurikuler (TK)
d.
Tujuan
Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP)
Menurut Bloom, dalam bukunya yang
sangat terkenal taxonomy of educational objectives
yang terbit pada 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan
dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau tiga domain (bidang) yaitu
domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam domain psikomotor seorang
peserta didik meniru dari segala gerakkan-gerakkan atau ucapan-ucapan dari
pendidik, contohnya seorang siswa menirukan bunyi bahasa seperti yang
dicontohkan oleh pendidiknya. Oleh karena itu, pendidik harus berhati-hati
dalam mengucapkan segala sesuatunya karena apabila guru salah pengucapan bunyi
bahasa maka peserta didik salah mengartikannya.
Kurikulum pun berkaitan dengan prinsip,
Pada dasarnya prinsip merupakan hal yang paling mendasar dalam kurikulum. Prinsip
adalah suatu hal yang sifatnya sangat penting dan mendasar, terlahir dan
menjadi suatu kepercayaan. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukan
pada pengertian tentang berbagai hal yang harus di jadikan patokan dalam
menentukan berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum, terutama
dalam fase perencanaan kurikulum. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum
terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Prinsip umum, dalam prinsip ini berpatokkan dengan
pengembangan kurikulum itu saja, apabila semakin lengkap dan komprehensif,
suatu prinsip akan semakin baik karena akan semakin memperjelas dalam
mengarahkan prosedur kerja para pengembang kurikulum dan akan lebih sempurna
pula kurikulum itu sendiri.
2. Prinsip khusus, prinsip ini menunjukkan pada
prinsip-prinsip pengembangan komponen-komponen kurikulum itu sendiri. Dalam
prinsip ini mengembangkan media dan alat bantu pembelajaran, maka sekolah harus
memenuhi kebutuhan semua siswa tersebut.
Setelah itu kita juga harus mengetahui model
dalam pengembangan dari kurikulum itu. Model pengembangan kurikulum adalah
suatu alternative prosedur dalam rangka mendesain dan mengevaluasi suatu
kurikulum. Dalam model pengembangan kurikulum sangat banyak model yang
dikembangkan yaitu (1) model Ralph tyler,
(2) model admisitratif, (3)model grass roots, (4) model demonstrasi, (5)model
miller-seller, (6)model taba(inverted model),dan (7) model beauchamp.
Organisasi kurikulum merupakan pola
sajian isi kurikulum yang bertujuan untuk mempermudah siswa dalam mempelajari
bahan serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar agar dapat
tercapai hasil yang efektif. Secara umum terdapat dua bentuk organisasi
kurikulum:
1.
Kurikulum
berdasarkan mata pelajaran(subject curiculum) dalam bentuk kurikulum ini
meliputi:
a.
Mata
pelajaran yang terpisah-pisah
b.
Mata
pelajaran terhubung
c.
Fungsi
mata pelajaran
2.
Kurikulum
terpadu(integraed curriculum) dalam bentuk kurikulum ini meliputi diantaranya:
a.
Kurikulum
inti
b.
Social
functions dan persistent situations
c.
Experience
atau activity curriculum.
Setelah melalui komponen, fungsi, tujuan
dan pelaksanaan dari kurikulum maka hal yang paling penting kita lakukan adalah
evaluasi kurikulum. Karena dengan kita mengevaluasi dari kinerja kita berarti kita
tahu bagaimana kita memperbaiki kurikulum itu menjadi yang lebih baik lagi.
Agar kurikulum itu menjadi kurikulum yang tidak gagal dan tidak mengecewakan
para peserta didiknya. Indikator kerja yang dievaluasi adalah efektivitas,
relevansi, efesiensi dan kelaikan program.
Tujuan dari evaluasi sendiri adalah
untuk (a) perbaikan program; (b) pertanggungjawaban kepada berbagai pihak; (c)
penentuan tindak lanjut hasil pengembangan. Model evaluasi digolongkan menjadi
lima model.
1)
Measurement yaitu pengukuran perilaku siswa untuk
mengetahui perbedaan individual maupun kelompok. Maka, pendidik harus tahu
pengukuran perilaku siswa satu sama lainnya dan pendidik apabila ingin
membagikan kelompok harus memvariasikan siswa yang kurang pintar dengan siswa
yang pintar.
2)
Congruence yaitu pemeriksaan kesesuaian antara
tujuan pendidikan dan hasil belajar yang akan dicapai untuk melihat sejauh mana
perubahan hasil pendidikan terjadi. Maka pendidik harus mengetahui
psikomotorik, nilai maupun siswa dari setiap bulannya.
3)
Illumunation yaitu studi mengenai pelaksanaan
program, pengaruh faktor lingkungan, kebaikan serta kelemahan program terhadap
hasil belajar. pada tujuan evaluasi ini pendidik sebelum menutup pembelajaran,
pendidik harus memberikan pertanyaan kepada siswa. Agar pendidik akan tahu mana
siswa yang sudah paham maupun yang belum paham.
4)
educational sistem evaluation adalah perbandingan
antara performance setiap dimensi program dan kriteria yang akan berakhir pada
suatu deskripsi dan pendapat. Dalam evaluasi ini pendidik harus kreatif mungkin
agar siswa memahami pembelajaran, misalnya seorang guru menjelaskan materi
dengan menggunakan alat bantu yang sangat lucu agar siswa tidak jenuh dalam
waktu pembelajaran.
5)
CIPP merupakan
model evaluasi dengan fokus pada
contact, input, process, serta product. Keempat aspek tersebut merupakan aspek
penting dakam kegiatan evaluasi kurikulum yang dianggap mencakup bagian dimensi
kurikulum.
Konsep pembelajaran merupakan suatu interaksi
antara komponen dalam sistem pembelajaran. Konsep pembelajaran dapat dipahami
dengan menganalisis aktivitas komponen peserta didik, bahan ajar, media, alat, prosedur
dan proses pembelajaran. Perubahan dan munculnya konsep pembelajaran adalah
suatu bukti pembelajaran yang mencari kebenaran, menggunakan kebenaran dan mengembangkanya
untuk kepentingan pemenuhan kehidupan manusia.
Konsep pembelajaran dibentuk agar hasil
belajar dapat memuaskan dan berguna untuk masa depan bagi peserta didik. Dengan
berhasilnya konsep pembelajaran yang dibuat disuatu Negara berarti pemerintah
mampu bekerja sama dengan guru dan pihak
lainya dalam pengembangan kurikulum yang baik. Melalui hasil belajar inilah
maka pembelajaran dapat berkelanjutan sehingga segala sesuatunya yang dibutuhkan
manusia terpenuhi.
Dalam proses pembelajaran berarti harus
ada komponen pembelajaran. Sebagai sebuah sistem pembelajaran memiliki sejumlah
komponen penting yaitu:
1.
Tujuan
merupakan target apa yang ingin dicapai oleh kegiatan pembelajaran sesuai
dengan apa yang kita harapkan.
2.
Bahan
(materi pembelajaran) pada dasarnya adalah isi dari kurikulum yakni berupa mata
pelajaran atau bidang studi dengan topik atau sub topik dan rincianya. Isi
kurikulum ada tiga yaitu logika, etika dan estetika. Maka pendidik memberikan
materi dengan jelas dan mudah dipahami oleh peserta didik.
3.
Strategi
pembelajaran merupakan komponen yang tidak bisa dipisahkan dari komponen lainya
yang dipengaruhi faktor tujuan, materi, siswa, fasilitas, waktu, guru. Dan
jenis strategi pembelajaranya yaitu ekspositori klasikal, heuristik,
pembelajaran kelompok dan pembelajaran individual. Sekolah harus memberikan
kebutuhan yang di perlukan baik peserta didik maupun pendidik, contohnya
pendidik sekarang menjelaskan materi tidak menggunakan media papan tulis lagi
melainkan dengan menggunakan proyektor, maka sekolah harus memberikan fasilitas
tersebut.
4.
Media
pembelajaran adalah bahan yang digunakan untuk kepentingan pembelajaran untuk
meningkatkan hasil belajar. Jenis medolnya meliputi visual, audio visual, audio,
penyaji dan interaktif.
5.
Evaluasi
pembelajaran yang bersifat komprehensif yang didalamnya meliputi penilaian dan pengukuran.
Tidak hanya berdasarkan penilaian dan pengukuran saja melainkan dari segala
aspek.
Kemudian pembelajaran juga penting
dengan proses pengembangan kurikulum. Pada dasarnya pembelajaran adalah proses
interaksi siswa dengan lingkungan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran yaitu perubahan perilaku. Pada dasarnya prinsip pembelajaran
secara diklasifikasikan ke dalam dua bagian yaitu adalah prinsip pembelajaran yang bersifat umum dan prinsip pembelajaran
bersifat khusus.
Pembelajaran adalah kegiatan dimana
guru melakukan peranan tertentu agar siswa dapat belajar untuk mencapai tujuan
pendidikan yang ditetapkan. Dalam pendekatan filsafat ada beberapa alira yaitu
aliran idealism, realism, pragmatisme, konstruktivisme dan pancasila. Dalam
pendekatan psikologi juga ada beberapa aliran yaitu behaviorisme, kognitif dan
humanisme. Starategi pembelajaran adalah bagaimana pola umum rencana interaksi
antara siswa dengan guru dan sumber belajar lainya pada suatu lingkungan
belajar untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam pengembangan kurikulum juga harus
ada inovasi dengan kata lain harus ada media pembelajaran baru atau hasil
ciptaan baru agar kurikulum itu berjalan dengan baik. Beberapa inovasi dalam
pembelajaran adalah:
a.
Model
pembelajaran brain based learning
Model ini memberikan masukan bagi bagi
para pengembang pembelajaran yang selama ini masih menggnakan tekhnik
psikologi.
b.
Model
pembelajaran LCBT
Menerapkan prinsip model latihan dan
tutorial dengan melaui penerapan berpikir literal atau loncatan berpikir yang
didukung kemampuan visual.
c.
Model
pembelajaran ICARE
Merupakan singkatan dari 5 kata yaitu
(1) introduction(pengenalan), (2) connect(menghubungkan), (3) apply atau
menerapkan, (4) reflect atau mereflesikkan, (5) extend atau memperluas dan
evaluasi.
E. Kelebihan Buku I
Buku Kurikulum dan
Pembelajaran yang ditulis
oleh Tim
Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran
ini memiliki beberapa kelebihan yakni:
Pertama, buku ini banyak memberikan banyak
pengajaran tentang kurikulum dan pembelajaran karena banyak pengertian dari
para ahli, dengan banyaknya pendapat para ahli maka kita dapat membuat
pengertian dengan sendirinya.
Kedua,
dalam buku ini terdapat banyak gambar
bagan dari model eklektik kurikulum dan landasan-landasan sampai dengan model
pembelajaran jenjang perguruan tinggi dengan pembelajaran berbasis teknologi
informasi dan komunikasi melalui pemberdayaan otak peserta didik, maka dari
bagan tersebut kita dapat mengetahui model pembelajaran seperti apa yang
dibutuhkan oleh peserta didik.
Ketiga, dalam buku ini juga memiliki daftar
tabel juga baik itu definisi kurikulum menurut para ahli sampai perbedaan otak
kiri dan kanan.
Keempat, dilengkapi juga dengan metode dan
inovasi dalam pembelajaran sehingga guru dapat mengklasifikasinya kepada
peserta didik. Setelah itu guru dapat memikirkan metode-metode apa saja yang
dapat diterapkan disekolah nantinya.
Kelima, Buku ini sangat banyak mengambil
referensi dari berbagai buku lain sehingga menjadi nilai plus. Berarti buku
yang banyak mengambil banyak referensi maka buku itu sangat bagus. Karena bukan
hanya berasal dari satu ahli melainkan pendapat dari berbagai ahli dari dunia
internasional.
Keenam, buku ini menjelaskan prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum, dengan mempelajari prinsip-prinsip ini kita dapat
mengetahui perbedaan prinsip umum dan prinsip khusus. Pendidik tidak bimbang
lagi dalam proses pembelajaran.
F. Kelemahan
Buku
Menurut catatan pengulas, setelah
pengulas membaca buku ini ada beberapa kelemahan yang harus diperkuat dalam
buku ini, antara lain :
Pertama, buku ini tidak menjelaskan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 secara mendetail. Sehingga
pendidik belum sepenuhnya tahu menerapkan KTSP dan Kurikulum 2013.
Kedua, menyulitkan kita untuk menemukan suatu
kata karena kata dalam buku itu semua menggunakan tinta hitam dan rapat sekali
menurut saya membuat mata lelah ketika membacanya. Karena suatu buku dikatakan baik
bila buku itu juga tidak membosankan ketika dibaca.
Ketiga, buku
ini tidak memberikan berapa banyak bagian, dan juga ada bagian atau bab yang
tidak meletakkan penjelasan secara segnifikan.
Keempat, kualitas
warna serta kertas yang di gunakan pada cover tidak terlalu berkualitas
sehingga mudah pudar dan mudah terkelupas.
Kelima,
tidak memiliki kesimpulan yang terdapat
di akhir buku. Maka pembaca akan malas membacanya.
Keenam, tidak memiliki daftar pustaka,
sehingga buku tersebut kurang relevan.
Ketujuh, dalam buku ini banyak kata-kata yang
kurang dimengerti oleh pembaca, sehingga kata tersebut terlalu awam bagi
mahasiswa pemula seperti kita.
Kedelapan, buku ini terlalu tebal sehingga hampir
banyak orang malas membacanya, sehingga mereka memilih mencari di internet jika
ingin lebih mendalami memahami kurikulum dan pembelajaran.
Kesembilan, cover dari buku ini juga kurang menarik, sehingga
minat pembaca dalam membaca pun akan tidak tertarik karena cover yang tidak
menarik. Karena menurut pembaca jika cover depan menarik maka isi dalam buku
pun menarik.
Identitas Buku II Kurikulum & Pembelajaran
1.
Judul buku :Kurikulum
dan Pembelajaran “teori pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
2.
Penulis : Prof.Dr.H.Wina Sanjaya,M.Pd
3.
Penerbit : Kencana Prenanda Media
Group
4.
Tahun
terbit : 2011
5.
Tebal
halaman : 379 halaman
6.
Harga
buku : Rp.45.000,00
7.
No
ISBN :
978-979-1486-19-4
A. Ringkasan
buku II”Kurikulum Dan Pembelajaran”
Secara umum buku ini membahasa
tentang Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) dalam pengembangan kurikulumnya. Agar
memudahkan pembaca buku ini dibagi menjadi empat bagian. Bagian pertama, memaparkan tentang dasar-dasar pengembangan
kurikulum. Dasar-dasar pengembangan kurikulum, yang terinci melalui hakikat
kurikulum, landasan-landasan dalam proses pengembangan kurikulum, desain
kurikulum, pendekatan dan model pengembangan kurikulum, dan
pengembangan tujuan kurikulum serta pengembangan materi kurikulum.
Pada bagian satu ini sudah sangat dijelaskan dalam buku kurikulum dan
pembelajaran penerbit tim pengembang MKDP dan Kurikulum & Pembelajaran.
Pada
bagian dua membahasa tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
merupakan kurikulum berorientasi pada pencapaian kompetensi, sebab itu
kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK
2004). Dalam hal ini KTSP lebih bermakna jika dipersiapkan secara baik untuk
peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang berguna dan mengembangkan
potensi daerahnya pula. Ada beberapa tujuan yang diterapkan dalam KTSP yaitu:
1.
Meningkatkan mutu pendidikan melalui
kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola, dan
memberdayakan sumber daya yang tersedia. Maksud dari tujuan ini peserta didik
tidak hanya menerima hasil saja melainkan peserta didik harus mengelola
bahan-bahan yang disediakan agar mendapatkan hasil yang bagus pula.
2.
Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan
masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
Tujuan ini masyarakat ikut terlibat secara penuh, sebab tanggung jawab
pengembangan kurikulum tidak lagi berada di pemerintah, akan tetapi di sekolah,
sedangkan sekolah akan berkembang manakala ada keterlibatan masyarakat. Jika
masyarakat tidak peduli maka sekolah tersebut akan berantakan.
3.
Meningkatkan kompetensi yang sehat
antarsatuan pendidik tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. Maksudnya
setiap sekolah akan berlomba-lomba dalam menyusun program kurikulum dan
mengimplementasikannya agar tercapai kualitas pendidikan terbaik.
Selain
menjelaskan tujuan KTSP buku ini menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan KTSP,
berikut ini ada tujuh prinsip dalam pengembang KTSP yaitu:
1.
Berpusat pada potensi, perkembangan,
kebutuhan dan kepentingan peserta didik, dan lingkungannya.
2.
Beragam dan terpadu, pengembangan kurikulum
memerhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan
jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak dikriminatif. Peserta didik harus menjadi
Bhineka Tunggal Ika.
3.
Tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni. Peserta didik harus mengikuti dan
memanfaaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sedangkan
pendidik harus mengikutinya perkembangan juga agar pendidik dapat memperhatikan
peserta didik.
4.
Relevan dengan kebutuhan kehidupan, peserta
didik harus mengembangkan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir,
keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional
merupakan keniscayaan dengan begitu peserta didik tidak terkejut apabila
diletakkan didalam kehidupan bermasyarakat.
5.
Menyeluruh dan berkesinambungan.
6.
Belajar sepanjang hayat, kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan
informal dengan memerhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang baik itu dari segi teknologi maupun yang lainnya.
7.
Seimbang antara kepentingan nasional dan
kepentingan daerah, peserta didik harus membangun kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara, harus mengisi dan memberdayakan sejalan dengan moto
Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Komponen
KTSP terdiri atas empat komponen yaitu
1.
Tujuan pendidikan tingkat satuan
pendidikan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar
Nasional Pendidikan Pasal 26 dikemukakan:
a.
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan
dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan
untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
b.
Tujuan pendidikan menengah adalah
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta
keterampilan untuk hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
c.
Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan kejuruannya.
2.
struktur program dan muatan KTSP, pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima
kelompok mata pelajaran sebagai berikut:
a.
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
mulia.
b.
Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian.
c.
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan
dan teknologi.
d.
Kelompok mata pelajaran estetika.
e.
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga,
dan kesehatan.
Kelima
kelompok mata pelajaran ini kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulialah
yang sangat dipentingkan karena dari sinilah peserta didik memperbaiki sikapnya
dari baik menjadi lebih baik lagi.
3.
Kalender pendidikan, dalam kalender ini
yang perlu disusun adalah jumlah minggu dan hari efektif, perencanaan program
tahunan dan rencana program semester.
4. Silabus
dan rencana pembelajaran, silabus adalah mengacu pada visi dan misi sekolah
untuk diberikan kepada pengawas agar diberikan layanan dan bantuan kepada guru
yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran sedangkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) mengacu pada program perencanaan yang disusun sebagai
pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kegiatan proses pembelajaran.
Komponen-komponen RPP adalah tujuan pembelajaran, materi/isi, strategi dan
metode pembelajaran, media dan sumber belajar, evaluasi. Dengan adanya RPP dapat membantu kinerja para guru dalam
melakukan pembelajaran. Karena dalam pembuatan RPP tidak hanya dilakukan di
jenjang SD, SMP maupun SMA melainkan di jenjang perguruan tinggi agar sistem
pembelajaran menjadi afektif.
Ada beberapa faktor yang berpengaruh
terhadap sistem pembelajaran yaitu:
1.
Faktor
guru
Dalam hal ini guru sangat berperan
penting bagi siswanya, seperti layaknya prajurit dalam sebuah pertempuran,
prajurit tersebut harus memikirkan bagaimana menghancurkan musuhnya itu
tergantung dengan kualitas prajurit itu sendiri demikian juga dengan guru.
Keberhasilan suatu pembelajaran tergantung kepiawaian guru dalam menggunakan
metode, teknik dan taktik pembelajaran agar siswa tidak bosan dalam
melaksanakan pembelajaran.
2.
Faktor
siswa
Seperti halnya guru, faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat dari aspek siswa meliputi aspek
latar belakang siswa, sikap dan penampilan siswa di dalam kelas oleh sebab itu,
sekolah membuat peraturan setiap siswa harus memakai sepatu berwarna hitam agar
tidak terlihat siswa yang kaya. Oleh sebab itu faktor siswa dan guru merupakan
faktor yang sangat menentukan dalam interaksi pembelajaran.
3.
Faktor
sarana dan prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang
mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran, misalnya
media pembelajaran, alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain
sebagainya sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang secara tidak langsung
dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran, misalnya jalan menuju
sekolah, penerangan sekolah, kamar kecil dan lain sebagainya. Dengan begitu
sekolah harus memiliki sarana dan prasarana yang sangat lengkap agar dalam
melakuakn pembelajaran menjadi efektif.
4.
Faktor
lingkungan
Faktor ini sekolah harus memiliki hubungan
yang baik secara internal, yang ditunjukkan oleh kerja sama antarguru, saling
menghargai dan saling membantu, maka memungkinkan iklim belajar menjadi sejuk
dan tenang sehingga akan berdampak pada motivasi belajar siswa. Guru lebih
mendekatkan diri kepada siswanya agar guru dapat mengetahui sikap dan
perilakunya.
Prinsip mengajar sebagai implenentasi
kurikulum yaitu berorientasi pada tujuan, aktivitas, individualitas,
integritas, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan motivasi. Dalam
beberapa prinsip ini motivasilah yang sangat penting dalam melakukan
pembelajaran, karena tanpa adanya motivasi tidak mungkin siswa memiliki kemauan
untuk belajar. oleh karena itu, setiap guru sebelum dan sesudah melakukan
pembelajaran guru harus memberikan motivasi agar siswa menerima materi
pelajaran tidak sekedar saja melainkan bagaimana siswa mendapat nilai yang
tinggi dan mendapatkan prestasi yang tinggi pula. Adapun fungsi motivasi yaitu
mendorong siswa untuk beraktivitas dan sebagai pengarah. Motivasi memiliki
beberapa jenis yaitu:
1.
Perspektif
kebutuhan, pada jenis motivasi ini guru harus memberikan banyak motivasi kepada
siswanya. Contohnya seorang siswa memiliki bakat bernyanyi tetapi dia tidak
percaya diri maka guru harus memberikan motivasi agar siswa tersebut percaya
diri dalam benyanyi.
2.
Perspektif
fungsional, jenis motivasi ini dilihat dari konsep motivasi sebagai penggerak,
harapan dan insentif. Dari ketiga konsep ini selalu saling berhubungan karena
tanpa adanya penggerak dengan cara beraktivitas siswa tidak akan mendapatkan
harapan dan insentif.
3.
Sifat
motivasi, dalam jenis motivasi ini dibedakan menjadi dua yaitu motivasi
instrinsik yang muncul dari dalam diri siswa, contohnya siswa ingin belajar
karena keiinginannya sendiri. Oleh karena itu siswa tidak dapat dipaksakan jika
dia tidak ingin belajar. sedangkan motivasi ekstrinsik motivasi yang datang dari
luar diri siswa, contohnya siswa belajar karena ingin mendapatkan hasil yang
bagus dan ingin bersaing dengan teman-temannya secara sehat yaitu dengan
belajar yang bersungguh-sungguh.
Guru bertanggung jawab mengamati dan
memperhatikan siswanya dalam sistem pembelajaran, dengan mengamati dan
memperhatikannya bertujuan untuk mendorong siswa memiliki tingkat perhatian
yang tinggi terhadap materi pelajaran yang harus dikuasai agar mendapatkan
potensinya untuk keberhasilan dalam belajar. guru meningkatkan perhatian siswa
dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
a.
Penggunaan
variasi suara (teacher voice), guru harus bisa mengatur volume suaranya
sehingga siswa mudah menangkap dengan baik dalam suatu materi yang diberikan.
b.
Pemusatan
perhatian (focusing), memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap
penting. Contohnya “coba anda perhatikan materi ini agar anda tidak bingung
untuk menjawab soal yang akan saya berikan”.
c.
Kebisuan
guru (teacher silence), pada saat dikelas guru berhak diam dan tidak
melanjutkan materi pelajaran. Kemudian, guru memandang siswanya satu per satu
pasti pada saat itu juga suasana keributan pun akan hilang.
d.
Mengadakan
kontak pandang (eye contact), guru harus memberikan perhatian dengan siswanya
melalui kontak mata dengan begitu siswa akan tertarik dengan pelajaran yang
anda berikan.
e.
Gerakan
guru (teacher movement), dalam menjelaskan materi guru tidak boleh hanya duduk
saja melainkan guru harus bergerak agar siswa mudah memahami pesan yang anda
sampaikan.
f.
Variasi
dalam penggunaan media dan alat pembelajaran, guru perlu menggunakan variasi
dalam penggunaan media dan alat pembelajaran. Guru perlu menggunakan setiap
media sesuai dengan kebutuhan. Contohnya untuk menampilkan sebuah materi
melalui laptop yang dibawanya guru akan membutuhkan proyektor.
g.
Variasi
dalam berinteraksi, guru perlu membangun interaksi secara penuh dengan
memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berinteraksi dengan
lingkungannya. Dalam pembelajaran guru harus menggunakan pola interaksi
siswa-guru-siswa dengan begitu siswa tidak berpatokan kepada guru saja
melainkan dengan temannya juga.
Dalam proses pembelajaran ada beberapa
peranan guru yang harus kita ketahui sebagai calon guru yaitu:
1.
Guru
sebagai sumber belajar, maksudnya adalah sebelum menyampaikan materi kepada
siswanya guru harus menguasai materinya terlebih dahulu agar percaya diri dan
tidak sulit mengendalikan kelas.
2.
Guru
sebagai fasilitator, saat menjelaskan materi guru menggunakan media sebagai
alat pembelajar. Dengan menggunakan media siswa mudah memahami materi yang
diberikan oleh gurunya dan guru tersebut dapat dikatakan sebagai guru profesional.
3.
Guru
sebagai pengelola, guru harus bisa mengelola kelas dengan baik dalam proses
pembelajaran.
4.
Guru
sebagai demostrator,guru harus menunjukkan sikap yang terpuji dan guru harus
dapat menunjukkan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran dapat lebih
dipahami dan dihayati oleh setiap siswanya. Oleh karena itu, guru lebih
mengatur strategi pembelajaran yang lebih efektif.
5.
Guru
sebagai pembimbing, guru harus memahami satu per satu anak yang sedang
dibimbingnya dalam suatu pemahaman tentang gaya dan kebiasaan belajar, bakat
yang dimiliki anak tersebut.
6.
Guru
sebagai motivator, guru memberikan motivasi-motivasi untuk membangkitkan minat
siswa untuk belajar dan memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa dengan
memberikan tulisan “bagus, tapi ini kurang tepat coba perbaikan lagi”.
7.
Guru
sebagai evaluator, dalam selesai menjelaskan materi guru membuat evaluasi
pembelajaran agar guru dapat mengetahui apakah siswa sudah menguasai materi
yang kita sampaikan atau belum.
Setelah mengetahui peranan seorang guru
kita juga harus mengetahui jenis-jenis strategi. Berikut ini ada beberapa jenis
strategi yaitu:
1.
Strategi
pembelajaran ekspositori (SPE), guru berperan penting dalam strategi ini untuk
menyampaikan materi pembelajaran agar siswa dapat menguasai materi dengan baik.
2.
Strategi
pembelajaran inkuiri, dalam strategi ini siswa juga berperan penting dalam
proses pembelajaran melainkan siswa berpikir secara kritis dan analitis untuk
mencari dan menukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang
dipertanyakan.
3.
Strategi
pembelajaran kooperatif, siswa dibebaskan untuk mencari kelompok belajar antara
empat atau enam orang, kemudian guru memberikan materi pelajaran, kelompok
tersebut harus menjelaskan materi tersebut agar mendapatkan penghargaan
(reward).
Inovasi adalah sebagai sesuatu yang
baru dalam situasi sosial tertentu yang digunakan untuk menjawab atau
memecahkan suatu permasalahan. Akan tetapi ada beberapa hambatan-hambatan
inovasi dalam melakukan pembelajaran yaitu:
a.
Estimasi
yang tidak tepat.
b.
Konflik
dan motivasi.
c.
Inovasi
tidak berkembang
d.
Masalah
finansial.
e.
Penolakan
dari kelompok penentu.
f.
Kurang
adanya hubungan sosial.
Guru dituntut untuk menggunakan teknik
dan alat evaluasi secara beragar agar setiap aspek perkembangan dapat dilihat.
Penilaian itu dikelompokkan ke dalam dua jenis yaitu:
a.
Tes,
teknik penilaian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam
pencapaian suatu kompetensi tertentu,melalui pengelohan secara kuantitatif yang
hasilnya berbentuk angka. Jenis tes ada tiga yaitu berdasarkan jumlah
peserta,berdasarkan standard an tes buatan guru,dan berdasarkan pelaksanaanya.
b.
Non
tes, alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk menilai aspek tingkah laku
termasuk sikap, minat dan motivasi. Ada beberapa jenis non tes yaitu
observasi,wawncara,studi kasus dan skala penilaian.
Setelah guru melakukan tes guru dapat
melakukan penilaian portofolio. Portofolio adalah kumpulan karya siswa yang
disusun secara sistematis dan tererorganisasi sebagai hasil usaha pembelajaran
yang telah dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Prinsip-prinsip penilaian portofolio
yaitu:
1.
Saling
percaya.
2.
Keterbukaan.
3.
Kerahasiaan.
4.
Milik
bersama.
5.
Kepuasaan
dan kesesuaian.
6.
Budaya
pembelajaran.
7.
Refleksi.
8.
Berorientasi
pada proses dan hasil.
Keunggulan dari portofolio adalah
penilaian portofolio dapat menilai kemampuan siswanya secara menyeluruh,
penilaian portofolio dapat menjamin akuntabilitas, penilaian portofolio
merupakan penilaian yang terbuka, penilaian portofolio bersifat self evaluation.
Kelemahan dari portofolio adalah
memerlukan waktu dan kerja keras, penilaian portofolio memerlukam perubahan
cara pandang, penilaian portofolio memrlukan gaya belajar, penilaian portofolio
memerlukan sistem perubahan pembelajaran.
B. Kelebihan Buku II
Buku Kurikulum Dan Pembelajaran yang ditulis
oleh Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd. ini memiliki beberapa kelebihan yakni.
Pertama,
buku ini banyak menjelaskan tentang
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sehingga kita dapat membandingkan
dengan kurikulum lainnya. Contohnya perbandingan KTSP dengan kurikulum 2013.
Kedua, buku ini memiliki banyak referensi
dari buku-buku yang lain, dengan begitu buku ini sangat relevan.
Ketiga, buku ini banyak menjelaskan daftar
gambar dan daftar tabel sehingga pembaca sangat mudah memahaminya.
Keempat, buku ini menjelaskan cara membuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyusun silabus.
Kelima, mampu
mengetahui hubungan kurikulum dan pembelajaran kepada pembaca dan pada
perinsipnya kurikulum dan pembelajaran tidak dapat dipisahkan seolah-olah bagaikan dua sisi dari satu mata uang yang
Keduanya sangat penting dan saling membutuhkan.
Keenam, bahasa yang digunakan
pengarang dalam buku ini menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga mudah
dipahami oleh pembaca atau dengan kata lain pesan yang ingin disampaikan oleh
pengarang dapat dipahami langsung oleh pembaca.
Ketujuh, dalam menjelasakan opini penulis selalu dipaparkan pula
mengenai fakta-fakta yang ada dalam masyarakat, membuat pembaca yakin akan buku
ini.
Kedelapan,
harga buku ini sangat murah sehingga buku ini sangat terjangkau dibeli oleh
para calon guru yang ingin mengetahui tujuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan atau sering disebut KTSP.
Kesembilan, didalam buku ini terdapat faktor – faktor pendukung
dari pengembangan kurikulum itu sendiri. Sehingga kita dapat
mengatasi apabila faktor tersebut terjadi kepada kita.
Kesepuluh,
buku mencantumkan daftar riwayat hidup pengarang sehingga kita dapat mengetahui
dengan jelas biografi wina sanjaya.
C. Kelemahan
Buku
Menurut catatan pengulas, setelah
pengulas membaca buku ini ada beberapa kelemahan yang harus diperkuat dalam
buku ini, antara lain :
pertama, buku ini hanya sedikit menjelaskan pengertian
kurikulum. Didalam buku ini tidak dijelaskan pengertian kurikulum menurut para
ahli.
Kedua, buku ini tidak memiliki rangkuman dan
latihan dari setiap bab-babnya sehingga para pembaca tidak berminat membacanya
dan buku ini kurang relevan.
Ketiga, di akhir buku
seharusnya disediakan glosarium untuk memudahkan pembaca mengetahui arti
kata-kata sulit.
Keempat, gambar depan dalam buku ini gelap dan
blur sehingga pembaca kurang tertarik dengan gambarnya.
Kelima, walaupun harga buku ini terjangkau
tetapi buku ini sangat tebal sehingga ada sebagaian orang untuk malas
membacanya karena tebalnya buku ini.
Keenam,
sebaiknya buku ini memberikan perbandingan antara KTSP
yang lama dan yang baru dan apa saja kekurangan KTSP lama sehingga mengalami
revisi ke tahun yang lebih tinggi lagi.
Ketujuh,
sebaiknya gambar dan tabel pada buku ini sebaiknya diberi warna sehingga
memiliki daya tarik orang untuk membacanya.
Kedelapan, di akhir buku seharusnya disediakan glosarium untuk
memudahkan pembaca mengetahui arti kata-kata sulit.
Seperti kata-kata dalam bahasa inggris seharusnya diletakkan dalam glosarium
agar pembaca yang kurang pandai dalam bahasa inggris mengerti.
Kesembilan, Buku
ini ditulis hanya dengan tinta hitam sehingga para pembaca sangat sulit untuk
mencari point-point penting yang ada dalam buku ini.
Kesepuluh,
kualitas kertas pada buku ini kurang bagus sehingga buku ini dapat sobek dan
mudah lepas.
Perbandingan
antara buku I dan buku II
1.
Segi isi Buku
Dalam buku I menjelaskan tentang pengertian kurikulum
dan pembelajaran menurut para ahli, landasan-landasan pengembang kurikulum, fungsi
dan peranan kurikulum, komponen dan prinsip pengembang kurikulum. Sedangkan
dalam buku II, menjelaskan tentang pengertian Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) yang belum kita ketahui dan bagaimana caranya kita
mengimplementasikan kurikulum dalam proses pembelajaran. Hal ini dalam
penganalisisan saya pada buku I dengan buku
II saling berkaitan karena permasalahannya berkaitan erat dengan kurikulum dan
pembelajaran karena kita sebagai calon
guru kita harus mengetahui pengertian kurikulum dan pembelajaran dan cara
menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar kita tidak
salah dalam menyusunnya dan mengimplementasikannya.
Buku I disusun oleh dua puluh penulis sehingga buku
ini memiliki referensi yang bagus sedangkan buku kedua ditulis oleh satu
pengarang tetapi pengarang tersebut mencari referensi dari beberapa buku baik
dari dalam maupun dari luar.
2.
Segi Kualitas
Buku
Buku I sudah dicetak sampai lima kali dan buku yang
saya analisis ini hasil cetakan kelima. Kualitas buku satu sangat bagus tetapi
didalam cover pada buku ini terlalu gelap sehingga pembaca kurang berminat
untuk membelinya. Sedangkan buku II dalam cover buku ini terdapat tulisan
“bacaan dilarang keras mengutip, menjiplak atau mengcopy sebagian atau seluruh
isi buku ini” jadi pembaca patut mengetahui dan mempelajari isinya, karena
penting dalam dunia pembelajaran dilingkungan sekolah maupun di masyarakat sekitar
kita, karena jika kita ingin menjadi guru profesional maka guru harus
mengetahui faktor-faktor psikologi apa saja yang terdapat pada siswa dalam
melakukan proses pembelajaran sehingga guru dapat mengatasinya.
3.
Segi Gaya
Bahasa
Gaya bahasa pada kedua buku ini sama-sama baik, mudah dipahami
dan dimengerti oleh pembaca.
4.
Segi Penulis
Pada Buku I dan II, Penulisnya kreatif. penulis
menyertai daftar gambar dan daftar tabel sehingga pembaca mudah memahaminya. Penulis
pada buku I tidak menjelaskan kurikulum KTSP dan penyusunan silabus dan RPP.
Sedangkan pada buku II lebih banyak menyertai daftar tabel dan daftar gambar
sehingga pembaca lebih mudah memahaminya dan buku II ini juga terdapat contoh
penyusunan RPP sehingga pembaca lebih mudah menyusun RPP sendiri.
5.
Kelebihan dan
kekurangan Buku
·
Kelebihan
Kelebihan pada buku II pada cara penyampaiannya yang
sangat menjelas, disertai gambar dan tabel yang sangat jelas dan didukung oleh ahli-ahli
dalam kurikulum dan pembelajaran dari seluruh dunia. Buku ini lebih menjelaskan pengertian
kurikulum dan pembelajaran serta landasan-landasan pengembang kurikulum. Sedangkan
pada buku II memiliki kelebihan pada cara penyampaiannya yang sangat jelas,
diperkuat dengan gambar-gambar proses pengamatan dan proses evaluasi disertai
pula daftar tabel sehingga pembaca mudah memahami dalam menulis struktur
kurikulum baik SD maupun SMA/SMK sehingga kita tidak akan menyulitkan pembaca,
penulis juga menjelaskan motivasi dan psikologi sehingga kita sebagai calon
guru mudah mengatasi psikologi siswa nantinya.
·
Kekurangan
Kekurangan buku I tidak menjelaskan silabus dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan tidak menjelaskan faktor-faktor psikologi
siswa dalam proses pembelajaran. Sedangkan Kekurangan pada buku II ini penulis
tidak menjelaskan secara jelas pengertian kurikulum dan pembelajaran secara
jelas dan tidak memiliki rangkuman dan latihan sehingga buku ini kurang relevan.
Kesimpulan
Dalam kedua buku ini sama-sama
menjelaskan kurikulum dan pembelajaran. Tetapi hanya saja pada buku I lebih menjelaskan tentang pengertian kurikulum dan
pembelajaran, landasan-landasan pengembangan kurikulum, konsep pembelajaran
saja. Buku II lebih menekankan sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP), tujuan KTSP,menjelaskan jenis-jenis motivasi sehingga dalam buku ini
guru lebih menekankan untuk memberikan sebuah motivasi-motivasi positif untuk
meningkatkan siswa dalm proses pembelajaran agar siswa tidak tertekan dalam
menerima materi pelajaran. Cara mengamati dan memerhatikan siswa sehingga siswa
tidak kecewa dengan kita, dan guru harus pandai mengatur volume suara dalam
penyampaian materi pelajaran. Bagaimana cara menjadi guru yang profesional.
Dengan memiliki bahasa yang sama-sama baik, mudah dipahami dan dimengerti oleh semua
pembaca. Dalam kedua buku ini memiliki daftar gambar dan daftar tabel didalam
daftar gambar dan tabel tersebut memiliki penjelasan agar pembaca mudah
memahaminya.
Tetapi dari kedua buku tersebut memiliki kelebihan dan
kekurangan. Buku I memiliki kelebihan pada cara penyampaiannya yang sangat
menjelas, disertai gambar dan tabel yang sangat jelas dan didukung oleh
ahli-ahli dalam kurikulum dan pembelajaran dan kekurangannya adalah tidak
terlihat jelas karena sudah banyak di revisi. Dalam buku II memiliki kelebihan pada
cara penyampaiannya yang sangat jelas, diperkuat dengang gambar dan tabel dalam
penyusunan silabus, RPP dan melakukan evaluasi baik dengan cara tes maupun non
tes kemudian membuat portofolio. selain itu, penulis lebih menekankan
pengertian KTSP dan menuliskan pengertian dan jenis-jenis motivasi. Kekurangannya
tidak memiliki rangkuman dan latihan sehingga pembaca sangat sulit untuk
mencari point-point yang sangat penting. Jadi, dengan kata yang lain kami berpendapat bahwa pengembangan
kurikulum sendiri adalah kegiatan yang mengacu pada usaha untuk melaksanakan
dan mempertahankan serta menyempurnakan kurikulum yang telah ada guna
memperoleh hasil yang lebih baik lagi.
Saran
Saran saya untuk guru dan calon guru
harus memiliki kedua buku ini dengan harganya sangat relatif murah dan mudah
terjangkau, buku ini juga bermanfaat bagi kita karena didalam isi kedua buku
ini menceritakan tentang kurikulum dan pembelajaran serta penyusunan silabus,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan portofolio . Hanya saja didalam buku
yang dituliskan oleh tim pengembang MKDP kurikulum dan pembelajaran seharunya
dijelaskan juga bagaimana cara menyusun silabus dan RPP serta menjelaskan juga
faktor-faktor psikologi dalam belajar sehingga pembaca dapat membandingkan buku
satu dengan yang buku yang lainnya.
Dalam buku I seharusnya juga menjelaskan bagaimana
cara meningkatkan profesional guru dalam proses pembelajaran agar para guru
maupun calon guru dapat menjadi profesional. Karena ada sebagian guru yang
tidak memiliki pengajaran yang baik.
Dalam hal ini pendidik juga harus lebih
banyak memberikan motivasi dan inovasi agar dapat mendorong siswa dan berfungsi
sebagai pengarah dan dalam hal pembelajaran siswa tidak dapat dipaksakan dalam
proses pembelajaran karena jika kita paksakan siswa tersebut tidak akan nmemahami
apa yang diberikan oleh gurunya.
Guru juga harus mengamati dan
memerhatikan siswanya tidak hanyas satu orang saja melainkan semua siswanya
dengan kita mengamati dan memerhatikan mereka dengan begitu dalam proses pembelajaran
akan baik. Siswa tersebut pun akan senang dalam proses pembelajaran. Guru juga
harus mengkritik positif siswa agar dapat meningkatkan motivasi belajaran
siswa, karena sebuah kritikan itu bukan ingin menjatuhkan siswa melainkan untuk
membangun siswa agar tidak putus asa dalam melakukan sebuah pekerjaaan.
Dalam kedua buku ini, buku tersebut memperbaiki
cover luar agar lebih menarik para pembaca untuk membelinya karena sebuah cover
buku yang bagus akan menilai isi buku tersebut pula dan memperbaiki kualitas
kertas agar tidak mudah sobek.
Referensi
Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, (2016), Kurikulum
& Pembelajaran, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Sanjaya Wina, (2015), Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Prenada Media Group.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar