Jumat, 14 Oktober 2016




Critical Book Review



 


Disusun oleh :
Lydia suci antika (1502050153)
Kelas : III C Pagi
Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris

Mata Kuliah : Kurikulum dan Pembelajaran
Dosen : M. Arifin, S.Pd., M.Pd.

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
MEDAN
2016/2017












 


KATA PENGANTAR


 



Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, Allah pemilik alam dan sumber segala pengetahuan, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga tugas ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari critical book review kedua  buku ini. Semoga dengan adanya critical book review kedua buku ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang ”Kurikuluk dan Pembelajaran”.
Critical book review ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran. Dalam menyelesaikan critical book review ini, saya telah mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun saya telah berusaha dengan kesungguhan hati, namun saya  merasa bahwa critical book review ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu tegur sapa dan kritik yang membangun akan saya terima dengan senang hati. Akhirnya saya berharap semoga apa yang saya uraikan dalam laporan critical book review ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan pembaca pada umumnya.
 Amin.

Medan, 11 Oktober 2014
Penulis,

Lydia Suci Antika
NPM : 1502050153


DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................... ii
Identitas Buku I “Kurikulum dan Pembelajaran.................................................... 1
A.    Ringkasan Buku I............................................................................................ 2
B.     Kelebihan Buku I.......................................................................................... 10
C.     Kelemahan Buku I........................................................................................ 11
Identitas Buku II “Kurikulum dan Pembelajaran”.............................................. 12
A.      Ringkasan Buku II....................................................................................... 13
B.       Kelebihan Buku II........................................................................................ 22
C.      Kelemahan Buku II...................................................................................... 23
Perbandingan Buku I dan Buku II......................................................... 24
Kesimpulan.................................................................................................. 26
Saran............................................................................................................... 27
Referensi....................................................................................................... 28




 

Identitas Buku I "Kurikulum dan Pembelajaran"

 









 










1.     Judul buku                : Kurikulum dan Pembelajaran
2.      Penerbit                     : Raja Grafindo Persada
3.      Penulis                       :Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran
4.      Tahun terbit              :  2016 cetakan ke 5
5.      Tebal halaman          : 306 halaman
6.      Harga buku               : Rp.70.000.00
7.      No ISBN                     : 978-979-769-382-4












D.    Ringkasan Buku I “Kurikulum dan Pembelajaran
Buku yang ditulis oleh Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran yang didalamnya terdapat penjelasan tentang kurikulum sampai inovasi kurikulum dan pembelajaran. Dalam bab 1 dijelaskan pengertian kurikulum menurut para ahli beserta peranan kurikulum bagi para guru maupun calon guru yang belum mengetahui pengertian kurikulum itu sendiri, dalam buku ini akan dijelaskan pengertian kurikulum menurut ahli.
Salah satunya Saylor, Alexander dan Lewis (1974) yang menganggap kurikulum sebagai segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa supaya belajar, baik dalam ruang kelas, di halaman sekolah maupun di luar sekolah. Maksud dari pengertian ini adalah siswa tidak hanya memperoleh ilmu dari lingkungan sekolah saja melainkan siswa juga memperoleh dari luar sekolah dengan mengikuti bimbingan belajar dan mencari ilmu lewat teknologi. Adapun menurut para ahli lainnya ada beberapa dimensi pengertian kurikulum, R. Ibrahim (2005) mengelompokkan kurikulum menjadi tiga dimensi yaitu:
1.      Kurikulum sebagai substansi.
2.      Kurikulum sebagai sistem.
3.      Kurikulum sebagai bidang studi.
Said Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian, dimana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan, maksudnya keempat dimensi ini tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Apabila salah satu dari keempat dimensi ini tidak terlaksana dengan baik maka dimensi lainnya tidak akan optimal.
Keempat dimensi kurikulum tersebut, yaitu:
1.      Kurikulum sebagai suatu ide/gagasan.
2.      Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide.
3.      Kurikulum sebagai suatu kegiatan yang sering pula disebut dengan istilah kurikulum sebagai realita atau implementasi kurikulum.
4.      Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai kegiatan.
Jadi pengertian kurikulum adalah seperangkatpedoman tertulis yang berisi tujuan, bahan dan metode pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh guru kepada peserta didiknya untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Baik bagi guru, siswa, kepala sekolah/pengawas, orang tua, dan masyarakat.
Adapun 6 fungsi kurikulum menurut Tim Pengembang MKDP untuk memudahkan kita dalam mempraktikkannya dalam kehidupan belajar mengajar. Keenam fungsi kurikulum tersebut yaitu:
1.      Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive function)
2.      Fungsi Integrasi (the integrating function)
3.      Fungsi Diferensiasi (the differentiating function)
4.      Fungsi Persiapan (the propaedeutic function)
5.      Fungsi Pemilihan (the selective function)
6.      Fungsi Diagnotik (the diagnostic function)
Kurikulum berperan sebagai pencapaian tujuan pendidikan yang strategis agar  membina perilaku siswa, membangun kemampuan-kemampuan siswa dalam kehidupan bermasyarakat. Ketiga peranan ini harus berjalan secara seimbang. Jika tidak, akan terjadi ketimpangan-ketimpangan yang menyebabkan peranan kurikulum persekolahan menjadi tidak optimal. Jadi, dalam tahap pengenalan kurikulum guru harus mampu mengelompokkan siswanya kedalam spesifikasi yang benar. Karena dengan guru mengelompokkan siswa berarti guru sudah mulai paham dengan karakter peserta didiknya dan mampu menjalankan kurikulum dengan baik.
Kurikulum baik pada tahap kurikulum sebagai ide, rencana atau pengalaman  maupun sebagai hasil dalam pengembangan harus mampu mengacu atau menggunakan landasan yang kokoh. Karena landasan itu ibarat pondasi jika pondasinya tidak kuat maka kurikulum itu akan terombang-ambing. Maksud dari kata terombang-ambing adalah peserta didik dan pendidik yang melakukan proses pelaksanaan kurikulum. Dan harus sesuai dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pada prinsipnya ada empat landasan pokok yang harus dijadikan dasar pengembangan kurikulum yaitu:
1.      Landasan filosofis: terkait asumsi-asumsi yang realisitis yang menjadi titik tolak dalam mengembangakan kurikulum. Dari asumsi inilah yang menjadi dasar pengembangan kurikulum. Dari landasan ini kita dapat mengetahui tujuan pendidikan dengan cara memberikan motivasi-motivasi sebelum dimulainya pembelajaran.
2.      Landasan psikologis: terkait asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi dalam mengembangkan kurikulum. Didalam landasan psikologi ada tiga teori belajar yaitu teori kognitif, teori behavoristik dan teori humanistic.
3.      Landasan sosial budaya: bersumber dari pendapat sosiologi dan antropologi. Karakter sosial budaya yang harus ada didalam pengembangan kurikulum agar siswa tidak lupa akan kebudayaannya sendiri yang sudah tergerus oleh zaman modern. Dan peserta didik berasal dalam lingkungan masyarakat maka peserta didik harus diarahkan dengan baik agar mampu terjun dalam kehidupan bermasyarakat pula.
4.      Landasan ilmiah dan teknologi: yang berasal dari hasil riset atau penelitian yang membutuhkan sumbangan dari berbagai kajian ilmiah agar kurikulum itu sendiri tidak ketinggalan zaman dan harus sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Dalam landasan ini sekolah mampu menyiapkan berbagai alat teknologi yang modern, agar peserta didik tidak tertinggal jauh oleh sekolah-sekolah lainnya.
Sistem kurikulum memiliki empat komponen, yaitu: komponen tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi pencapai tujuan, dan komponen evaluasi. Dari keempat komponen ini harus saling berkaitan satu sama lain, apabila salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu maka sistem kurikulum akan cacat. Berikut ini salah satu penjelasan komponen kurikulum sebagai tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan dengan skala makro bahkan, rumusan tujuan menggambarkan satu masyarakat yang di cita-citakan. Misalkan, filsafat atau sistem nilai yang di anut masyarakat Indonesia adalah Pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai oleh suatu kurikulum adalah terbentuknya masyarakat yang Pancasila. Berikut ini beberapa tujuan pendidikan yang diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
a.      Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)
b.      Tujuan institusional (TI)
c.       Tujuan Kurikuler (TK)
d.     Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP)
Menurut Bloom, dalam bukunya yang sangat terkenal taxonomy of educational objectives yang terbit pada 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau tiga domain (bidang) yaitu domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam domain psikomotor seorang peserta didik meniru dari segala gerakkan-gerakkan atau ucapan-ucapan dari pendidik, contohnya seorang siswa menirukan bunyi bahasa seperti yang dicontohkan oleh pendidiknya. Oleh karena itu, pendidik harus berhati-hati dalam mengucapkan segala sesuatunya karena apabila guru salah pengucapan bunyi bahasa maka peserta didik salah mengartikannya.
Kurikulum pun berkaitan dengan prinsip, Pada dasarnya prinsip merupakan hal yang paling mendasar dalam kurikulum. Prinsip adalah suatu hal yang sifatnya sangat penting dan mendasar, terlahir dan menjadi suatu kepercayaan. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukan pada pengertian tentang berbagai hal yang harus di jadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1.      Prinsip umum, dalam prinsip ini berpatokkan dengan pengembangan kurikulum itu saja, apabila semakin lengkap dan komprehensif, suatu prinsip akan semakin baik karena akan semakin memperjelas dalam mengarahkan prosedur kerja para pengembang kurikulum dan akan lebih sempurna pula kurikulum itu sendiri.
2.      Prinsip khusus, prinsip ini menunjukkan pada prinsip-prinsip pengembangan komponen-komponen kurikulum itu sendiri. Dalam prinsip ini mengembangkan media dan alat bantu pembelajaran, maka sekolah harus memenuhi kebutuhan semua siswa tersebut.
Setelah itu kita juga harus mengetahui model dalam pengembangan dari kurikulum itu. Model pengembangan kurikulum adalah suatu alternative prosedur dalam rangka mendesain dan mengevaluasi suatu kurikulum. Dalam model pengembangan kurikulum sangat banyak model yang dikembangkan yaitu (1) model Ralph tyler, (2) model admisitratif, (3)model grass roots, (4) model demonstrasi, (5)model miller-seller, (6)model taba(inverted model),dan  (7) model beauchamp.
Organisasi kurikulum merupakan pola sajian isi kurikulum yang bertujuan untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar agar dapat tercapai hasil yang efektif. Secara umum terdapat dua bentuk organisasi kurikulum:
1.      Kurikulum berdasarkan mata pelajaran(subject curiculum) dalam bentuk kurikulum ini meliputi:
a.      Mata pelajaran yang terpisah-pisah
b.      Mata pelajaran terhubung
c.       Fungsi mata pelajaran
                                     
2.      Kurikulum terpadu(integraed curriculum) dalam bentuk kurikulum ini meliputi diantaranya:
a.      Kurikulum inti
b.      Social functions dan persistent situations
c.       Experience atau activity curriculum.
Setelah melalui komponen, fungsi, tujuan dan pelaksanaan dari kurikulum maka hal yang paling penting kita lakukan adalah evaluasi kurikulum. Karena dengan kita mengevaluasi dari kinerja kita berarti kita tahu bagaimana kita memperbaiki kurikulum itu menjadi yang lebih baik lagi. Agar kurikulum itu menjadi kurikulum yang tidak gagal dan tidak mengecewakan para peserta didiknya. Indikator kerja yang dievaluasi adalah efektivitas, relevansi, efesiensi dan kelaikan program.
Tujuan dari evaluasi sendiri adalah untuk (a) perbaikan program; (b) pertanggungjawaban kepada berbagai pihak; (c) penentuan tindak lanjut hasil pengembangan. Model evaluasi digolongkan menjadi lima model.
1)      Measurement yaitu pengukuran perilaku siswa untuk mengetahui perbedaan individual maupun kelompok. Maka, pendidik harus tahu pengukuran perilaku siswa satu sama lainnya dan pendidik apabila ingin membagikan kelompok harus memvariasikan siswa yang kurang pintar dengan siswa yang pintar.
2)      Congruence yaitu pemeriksaan kesesuaian antara tujuan pendidikan dan hasil belajar yang akan dicapai untuk melihat sejauh mana perubahan hasil pendidikan terjadi. Maka pendidik harus mengetahui psikomotorik, nilai maupun siswa dari setiap bulannya.
3)      Illumunation yaitu studi mengenai pelaksanaan program, pengaruh faktor lingkungan, kebaikan serta kelemahan program terhadap hasil belajar. pada tujuan evaluasi ini pendidik sebelum menutup pembelajaran, pendidik harus memberikan pertanyaan kepada siswa. Agar pendidik akan tahu mana siswa yang sudah paham maupun yang belum paham.
4)      educational sistem evaluation adalah perbandingan antara performance setiap dimensi program dan kriteria yang akan berakhir pada suatu deskripsi dan pendapat. Dalam evaluasi ini pendidik harus kreatif mungkin agar siswa memahami pembelajaran, misalnya seorang guru menjelaskan materi dengan menggunakan alat bantu yang sangat lucu agar siswa tidak jenuh dalam waktu pembelajaran.
5)       CIPP merupakan model evaluasi  dengan fokus pada contact, input, process, serta product. Keempat aspek tersebut merupakan aspek penting dakam kegiatan evaluasi kurikulum yang dianggap mencakup bagian dimensi kurikulum. 
Konsep pembelajaran merupakan suatu interaksi antara komponen dalam sistem pembelajaran. Konsep pembelajaran dapat dipahami dengan menganalisis aktivitas komponen peserta didik, bahan ajar, media, alat, prosedur dan proses pembelajaran. Perubahan dan munculnya konsep pembelajaran adalah suatu bukti pembelajaran yang mencari kebenaran, menggunakan kebenaran dan mengembangkanya untuk kepentingan pemenuhan kehidupan manusia.
Konsep pembelajaran dibentuk agar hasil belajar dapat memuaskan dan berguna untuk masa depan bagi peserta didik. Dengan berhasilnya konsep pembelajaran yang dibuat disuatu Negara berarti pemerintah mampu bekerja sama dengan  guru dan pihak lainya dalam pengembangan kurikulum yang baik. Melalui hasil belajar inilah maka pembelajaran dapat berkelanjutan sehingga segala sesuatunya yang dibutuhkan manusia terpenuhi.
Dalam proses pembelajaran berarti harus ada komponen pembelajaran. Sebagai sebuah sistem pembelajaran memiliki sejumlah komponen penting yaitu:



1.        Tujuan merupakan target apa yang ingin dicapai oleh kegiatan pembelajaran sesuai dengan apa yang kita harapkan.
2.        Bahan (materi pembelajaran) pada dasarnya adalah isi dari kurikulum yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik atau sub topik dan rincianya. Isi kurikulum ada tiga yaitu logika, etika dan estetika. Maka pendidik memberikan materi dengan jelas dan mudah dipahami oleh peserta didik.
3.        Strategi pembelajaran merupakan komponen yang tidak bisa dipisahkan dari komponen lainya yang dipengaruhi faktor tujuan, materi, siswa, fasilitas, waktu, guru. Dan jenis strategi pembelajaranya yaitu ekspositori klasikal, heuristik, pembelajaran kelompok dan pembelajaran individual. Sekolah harus memberikan kebutuhan yang di perlukan baik peserta didik maupun pendidik, contohnya pendidik sekarang menjelaskan materi tidak menggunakan media papan tulis lagi melainkan dengan menggunakan proyektor, maka sekolah harus memberikan fasilitas tersebut.
4.        Media pembelajaran adalah bahan yang digunakan untuk kepentingan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar. Jenis medolnya meliputi visual, audio visual, audio, penyaji dan interaktif.
5.        Evaluasi pembelajaran yang bersifat komprehensif yang didalamnya meliputi penilaian dan pengukuran. Tidak hanya berdasarkan penilaian dan pengukuran saja melainkan dari segala aspek.
Kemudian pembelajaran juga penting dengan proses pengembangan kurikulum. Pada dasarnya pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan lingkungan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu perubahan perilaku. Pada dasarnya prinsip pembelajaran secara diklasifikasikan ke dalam dua bagian yaitu adalah prinsip pembelajaran yang bersifat umum dan prinsip pembelajaran bersifat khusus.
Pembelajaran adalah kegiatan dimana guru melakukan peranan tertentu agar siswa dapat belajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. Dalam pendekatan filsafat ada beberapa alira yaitu aliran idealism, realism, pragmatisme, konstruktivisme dan pancasila. Dalam pendekatan psikologi juga ada beberapa aliran yaitu behaviorisme, kognitif dan humanisme. Starategi pembelajaran adalah bagaimana pola umum rencana interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar lainya pada suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam pengembangan kurikulum juga harus ada inovasi dengan kata lain harus ada media pembelajaran baru atau hasil ciptaan baru agar kurikulum itu berjalan dengan baik. Beberapa inovasi dalam pembelajaran adalah:
a.      Model pembelajaran brain based learning
Model ini memberikan masukan bagi bagi para pengembang pembelajaran yang selama ini masih menggnakan tekhnik psikologi.
b.      Model pembelajaran LCBT
Menerapkan prinsip model latihan dan tutorial dengan melaui penerapan berpikir literal atau loncatan berpikir yang didukung kemampuan visual.
c.       Model pembelajaran ICARE
Merupakan singkatan dari 5 kata yaitu (1) introduction(pengenalan), (2) connect(menghubungkan), (3) apply atau menerapkan, (4) reflect atau mereflesikkan, (5) extend atau memperluas dan evaluasi.











E.     Kelebihan Buku I
Buku Kurikulum dan Pembelajaran yang ditulis oleh Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran ini memiliki beberapa kelebihan yakni:
Pertama, buku ini banyak memberikan banyak pengajaran tentang kurikulum dan pembelajaran karena banyak pengertian dari para ahli, dengan banyaknya pendapat para ahli maka kita dapat membuat pengertian dengan sendirinya.
Kedua, dalam buku ini terdapat banyak gambar bagan dari model eklektik kurikulum dan landasan-landasan sampai dengan model pembelajaran jenjang perguruan tinggi dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi melalui pemberdayaan otak peserta didik, maka dari bagan tersebut kita dapat mengetahui model pembelajaran seperti apa yang dibutuhkan oleh peserta didik.
Ketiga, dalam buku ini juga memiliki daftar tabel juga baik itu definisi kurikulum menurut para ahli sampai perbedaan otak kiri dan kanan.
Keempat, dilengkapi juga dengan metode dan inovasi dalam pembelajaran sehingga guru dapat mengklasifikasinya kepada peserta didik. Setelah itu guru dapat memikirkan metode-metode apa saja yang dapat diterapkan disekolah nantinya.
Kelima, Buku ini sangat banyak mengambil referensi dari berbagai buku lain sehingga menjadi nilai plus. Berarti buku yang banyak mengambil banyak referensi maka buku itu sangat bagus. Karena bukan hanya berasal dari satu ahli melainkan pendapat dari berbagai ahli dari dunia internasional.
Keenam, buku ini menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, dengan mempelajari prinsip-prinsip ini kita dapat mengetahui perbedaan prinsip umum dan prinsip khusus. Pendidik tidak bimbang lagi dalam proses pembelajaran.


F.      Kelemahan Buku
Menurut catatan pengulas, setelah pengulas membaca buku ini ada beberapa kelemahan yang harus diperkuat dalam buku ini, antara lain :
Pertama, buku ini tidak menjelaskan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 secara mendetail. Sehingga pendidik belum sepenuhnya tahu menerapkan KTSP dan Kurikulum 2013.
Kedua, menyulitkan kita untuk menemukan suatu kata karena kata dalam buku itu semua menggunakan tinta hitam dan rapat sekali menurut saya membuat mata lelah ketika membacanya. Karena suatu buku dikatakan baik bila buku itu juga tidak membosankan ketika dibaca.
Ketiga, buku ini tidak memberikan berapa banyak bagian, dan juga ada bagian atau bab yang tidak meletakkan penjelasan secara segnifikan.
Keempat, kualitas warna serta kertas yang di gunakan pada cover tidak terlalu berkualitas sehingga mudah pudar dan mudah terkelupas.
Kelima, tidak memiliki kesimpulan yang terdapat di akhir buku. Maka pembaca akan malas membacanya.
Keenam, tidak memiliki daftar pustaka, sehingga buku tersebut kurang relevan.
Ketujuh, dalam buku ini banyak kata-kata yang kurang dimengerti oleh pembaca, sehingga kata tersebut terlalu awam bagi mahasiswa pemula seperti kita.
Kedelapan, buku ini terlalu tebal sehingga hampir banyak orang malas membacanya, sehingga mereka memilih mencari di internet jika ingin lebih mendalami memahami kurikulum dan pembelajaran.
Kesembilan,  cover dari buku ini juga kurang menarik, sehingga minat pembaca dalam membaca pun akan tidak tertarik karena cover yang tidak menarik. Karena menurut pembaca jika cover depan menarik maka isi dalam buku pun menarik.



Identitas Buku II Kurikulum & Pembelajaran











 















1.      Judul buku                  :Kurikulum dan Pembelajaran “teori pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
2.      Penulis                         : Prof.Dr.H.Wina Sanjaya,M.Pd
3.      Penerbit                        : Kencana Prenanda Media Group
4.      Tahun terbit                 : 2011
5.      Tebal halaman             : 379 halaman
6.      Harga buku                 : Rp.45.000,00
7.      No ISBN                       : 978-979-1486-19-4












A.    Ringkasan buku II”Kurikulum Dan Pembelajaran
Secara umum buku ini membahasa tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam pengembangan kurikulumnya. Agar  memudahkan pembaca buku ini dibagi menjadi empat bagian. Bagian pertama, memaparkan tentang dasar-dasar pengembangan kurikulum. Dasar-dasar pengembangan kurikulum, yang terinci melalui hakikat kurikulum, landasan-landasan dalam proses pengembangan kurikulum, desain kurikulum,  pendekatan dan model pengembangan kurikulum, dan pengembangan tujuan kurikulum serta pengembangan materi kurikulum. Pada bagian satu ini sudah sangat dijelaskan dalam buku kurikulum dan pembelajaran penerbit tim pengembang MKDP dan Kurikulum & Pembelajaran.
Pada bagian dua membahasa tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum berorientasi pada pencapaian kompetensi, sebab itu kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK 2004). Dalam hal ini KTSP lebih bermakna jika dipersiapkan secara baik untuk peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang berguna dan mengembangkan potensi daerahnya pula. Ada beberapa tujuan yang diterapkan dalam KTSP yaitu:
1.      Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola, dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. Maksud dari tujuan ini peserta didik tidak hanya menerima hasil saja melainkan peserta didik harus mengelola bahan-bahan yang disediakan agar mendapatkan hasil yang bagus pula.
2.      Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama. Tujuan ini masyarakat ikut terlibat secara penuh, sebab tanggung jawab pengembangan kurikulum tidak lagi berada di pemerintah, akan tetapi di sekolah, sedangkan sekolah akan berkembang manakala ada keterlibatan masyarakat. Jika masyarakat tidak peduli maka sekolah tersebut akan berantakan.
3.      Meningkatkan kompetensi yang sehat antarsatuan pendidik tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. Maksudnya setiap sekolah akan berlomba-lomba dalam menyusun program kurikulum dan mengimplementasikannya agar tercapai kualitas pendidikan terbaik.
Selain menjelaskan tujuan KTSP buku ini menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan KTSP, berikut ini ada tujuh prinsip dalam pengembang KTSP yaitu:
1.      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik, dan lingkungannya.
2.      Beragam dan terpadu, pengembangan kurikulum memerhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak dikriminatif. Peserta didik harus menjadi Bhineka Tunggal Ika.
3.      Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Peserta didik harus mengikuti dan memanfaaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sedangkan pendidik harus mengikutinya perkembangan juga agar pendidik dapat memperhatikan peserta didik.
4.      Relevan dengan kebutuhan kehidupan, peserta didik harus mengembangkan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan dengan begitu peserta didik tidak terkejut apabila diletakkan didalam kehidupan bermasyarakat.
5.      Menyeluruh dan berkesinambungan.
6.      Belajar sepanjang hayat, kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal dengan memerhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang baik itu dari segi teknologi maupun yang lainnya.
7.      Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah, peserta didik harus membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, harus mengisi dan memberdayakan sejalan dengan moto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Komponen KTSP terdiri atas empat komponen yaitu
1.      Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan Pasal 26 dikemukakan:
a.      Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
b.      Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
c.       Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
2.      struktur program dan muatan KTSP, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut:
a.      Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
b.      Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
c.       Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
d.     Kelompok mata pelajaran estetika.
e.      Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Kelima kelompok mata pelajaran ini kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulialah yang sangat dipentingkan karena dari sinilah peserta didik memperbaiki sikapnya dari baik menjadi lebih baik lagi.
3.      Kalender pendidikan, dalam kalender ini yang perlu disusun adalah jumlah minggu dan hari efektif, perencanaan program tahunan dan rencana program semester.
4.      Silabus dan rencana pembelajaran, silabus adalah mengacu pada visi dan misi sekolah untuk diberikan kepada pengawas agar diberikan layanan dan bantuan kepada guru yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran sedangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu pada program perencanaan yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kegiatan proses pembelajaran. Komponen-komponen RPP adalah tujuan pembelajaran, materi/isi, strategi dan metode pembelajaran, media dan sumber belajar, evaluasi. Dengan adanya RPP  dapat membantu kinerja para guru dalam melakukan pembelajaran. Karena dalam pembuatan RPP tidak hanya dilakukan di jenjang SD, SMP maupun SMA melainkan di jenjang perguruan tinggi agar sistem pembelajaran menjadi afektif.
Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran yaitu:
1.      Faktor guru
Dalam hal ini guru sangat berperan penting bagi siswanya, seperti layaknya prajurit dalam sebuah pertempuran, prajurit tersebut harus memikirkan bagaimana menghancurkan musuhnya itu tergantung dengan kualitas prajurit itu sendiri demikian juga dengan guru. Keberhasilan suatu pembelajaran tergantung kepiawaian guru dalam menggunakan metode, teknik dan taktik pembelajaran agar siswa tidak bosan dalam melaksanakan pembelajaran.
2.      Faktor siswa
Seperti halnya guru, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat dari aspek siswa meliputi aspek latar belakang siswa, sikap dan penampilan siswa di dalam kelas oleh sebab itu, sekolah membuat peraturan setiap siswa harus memakai sepatu berwarna hitam agar tidak terlihat siswa yang kaya. Oleh sebab itu faktor siswa dan guru merupakan faktor yang sangat menentukan dalam interaksi pembelajaran.
3.      Faktor sarana dan prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran, misalnya media pembelajaran, alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran, misalnya jalan menuju sekolah, penerangan sekolah, kamar kecil dan lain sebagainya. Dengan begitu sekolah harus memiliki sarana dan prasarana yang sangat lengkap agar dalam melakuakn pembelajaran menjadi efektif.
4.      Faktor lingkungan
Faktor ini sekolah harus memiliki hubungan yang baik secara internal, yang ditunjukkan oleh kerja sama antarguru, saling menghargai dan saling membantu, maka memungkinkan iklim belajar menjadi sejuk dan tenang sehingga akan berdampak pada motivasi belajar siswa. Guru lebih mendekatkan diri kepada siswanya agar guru dapat mengetahui sikap dan perilakunya.
Prinsip mengajar sebagai implenentasi kurikulum yaitu berorientasi pada tujuan, aktivitas, individualitas, integritas, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan motivasi. Dalam beberapa prinsip ini motivasilah yang sangat penting dalam melakukan pembelajaran, karena tanpa adanya motivasi tidak mungkin siswa memiliki kemauan untuk belajar. oleh karena itu, setiap guru sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran guru harus memberikan motivasi agar siswa menerima materi pelajaran tidak sekedar saja melainkan bagaimana siswa mendapat nilai yang tinggi dan mendapatkan prestasi yang tinggi pula. Adapun fungsi motivasi yaitu mendorong siswa untuk beraktivitas dan sebagai pengarah. Motivasi memiliki beberapa jenis yaitu:

1.      Perspektif kebutuhan, pada jenis motivasi ini guru harus memberikan banyak motivasi kepada siswanya. Contohnya seorang siswa memiliki bakat bernyanyi tetapi dia tidak percaya diri maka guru harus memberikan motivasi agar siswa tersebut percaya diri dalam benyanyi.
2.      Perspektif fungsional, jenis motivasi ini dilihat dari konsep motivasi sebagai penggerak, harapan dan insentif. Dari ketiga konsep ini selalu saling berhubungan karena tanpa adanya penggerak dengan cara beraktivitas siswa tidak akan mendapatkan harapan dan insentif.
3.      Sifat motivasi, dalam jenis motivasi ini dibedakan menjadi dua yaitu motivasi instrinsik yang muncul dari dalam diri siswa, contohnya siswa ingin belajar karena keiinginannya sendiri. Oleh karena itu siswa tidak dapat dipaksakan jika dia tidak ingin belajar. sedangkan motivasi ekstrinsik motivasi yang datang dari luar diri siswa, contohnya siswa belajar karena ingin mendapatkan hasil yang bagus dan ingin bersaing dengan teman-temannya secara sehat yaitu dengan belajar yang bersungguh-sungguh.
Guru bertanggung jawab mengamati dan memperhatikan siswanya dalam sistem pembelajaran, dengan mengamati dan memperhatikannya bertujuan untuk mendorong siswa memiliki tingkat perhatian yang tinggi terhadap materi pelajaran yang harus dikuasai agar mendapatkan potensinya untuk keberhasilan dalam belajar. guru meningkatkan perhatian siswa dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
a.      Penggunaan variasi suara (teacher voice), guru harus bisa mengatur volume suaranya sehingga siswa mudah menangkap dengan baik dalam suatu materi yang diberikan.
b.      Pemusatan perhatian (focusing), memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting. Contohnya “coba anda perhatikan materi ini agar anda tidak bingung untuk menjawab soal yang akan saya berikan”.
c.       Kebisuan guru (teacher silence), pada saat dikelas guru berhak diam dan tidak melanjutkan materi pelajaran. Kemudian, guru memandang siswanya satu per satu pasti pada saat itu juga suasana keributan pun akan hilang.
d.     Mengadakan kontak pandang (eye contact), guru harus memberikan perhatian dengan siswanya melalui kontak mata dengan begitu siswa akan tertarik dengan pelajaran yang anda berikan.
e.      Gerakan guru (teacher movement), dalam menjelaskan materi guru tidak boleh hanya duduk saja melainkan guru harus bergerak agar siswa mudah memahami pesan yang anda sampaikan.
f.        Variasi dalam penggunaan media dan alat pembelajaran, guru perlu menggunakan variasi dalam penggunaan media dan alat pembelajaran. Guru perlu menggunakan setiap media sesuai dengan kebutuhan. Contohnya untuk menampilkan sebuah materi melalui laptop yang dibawanya guru akan membutuhkan  proyektor.
g.      Variasi dalam berinteraksi, guru perlu membangun interaksi secara penuh dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam pembelajaran guru harus menggunakan pola interaksi siswa-guru-siswa dengan begitu siswa tidak berpatokan kepada guru saja melainkan dengan temannya juga.
Dalam proses pembelajaran ada beberapa peranan guru yang harus kita ketahui sebagai calon guru yaitu:
1.      Guru sebagai sumber belajar, maksudnya adalah sebelum menyampaikan materi kepada siswanya guru harus menguasai materinya terlebih dahulu agar percaya diri dan tidak sulit mengendalikan kelas.
2.      Guru sebagai fasilitator, saat menjelaskan materi guru menggunakan media sebagai alat pembelajar. Dengan menggunakan media siswa mudah memahami materi yang diberikan oleh gurunya dan guru tersebut dapat dikatakan sebagai  guru profesional.
3.      Guru sebagai pengelola, guru harus bisa mengelola kelas dengan baik dalam proses pembelajaran.
4.      Guru sebagai demostrator,guru harus menunjukkan sikap yang terpuji dan guru harus dapat menunjukkan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran dapat lebih dipahami dan dihayati oleh setiap siswanya. Oleh karena itu, guru lebih mengatur strategi pembelajaran yang lebih efektif.
5.      Guru sebagai pembimbing, guru harus memahami satu per satu anak yang sedang dibimbingnya dalam suatu pemahaman tentang gaya dan kebiasaan belajar, bakat yang dimiliki anak tersebut.
6.      Guru sebagai motivator, guru memberikan motivasi-motivasi untuk membangkitkan minat siswa untuk belajar dan memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa dengan memberikan tulisan “bagus, tapi ini kurang tepat coba perbaikan lagi”.
7.      Guru sebagai evaluator, dalam selesai menjelaskan materi guru membuat evaluasi pembelajaran agar guru dapat mengetahui apakah siswa sudah menguasai materi yang kita sampaikan atau belum.
Setelah mengetahui peranan seorang guru kita juga harus mengetahui jenis-jenis strategi. Berikut ini ada beberapa jenis strategi yaitu:
1.      Strategi pembelajaran ekspositori (SPE), guru berperan penting dalam strategi ini untuk menyampaikan materi pembelajaran agar siswa dapat menguasai materi dengan baik.
2.      Strategi pembelajaran inkuiri, dalam strategi ini siswa juga berperan penting dalam proses pembelajaran melainkan siswa berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan.
3.      Strategi pembelajaran kooperatif, siswa dibebaskan untuk mencari kelompok belajar antara empat atau enam orang, kemudian guru memberikan materi pelajaran, kelompok tersebut harus menjelaskan materi tersebut agar mendapatkan penghargaan (reward).
Inovasi adalah sebagai sesuatu yang baru dalam situasi sosial tertentu yang digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan. Akan tetapi ada beberapa hambatan-hambatan inovasi dalam melakukan pembelajaran yaitu:
a.      Estimasi yang tidak tepat.
b.      Konflik dan motivasi.
c.       Inovasi tidak berkembang
d.     Masalah finansial.
e.      Penolakan dari kelompok penentu.
f.        Kurang adanya hubungan sosial.
Guru dituntut untuk menggunakan teknik dan alat evaluasi secara beragar agar setiap aspek perkembangan dapat dilihat. Penilaian itu dikelompokkan ke dalam dua jenis yaitu:
a.      Tes, teknik penilaian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam pencapaian suatu kompetensi tertentu,melalui pengelohan secara kuantitatif yang hasilnya berbentuk angka. Jenis tes ada tiga yaitu berdasarkan jumlah peserta,berdasarkan standard an tes buatan guru,dan berdasarkan pelaksanaanya.
b.      Non tes, alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat dan motivasi. Ada beberapa jenis non tes yaitu observasi,wawncara,studi kasus dan skala penilaian.
Setelah guru melakukan tes guru dapat melakukan penilaian portofolio. Portofolio adalah kumpulan karya siswa yang disusun secara sistematis dan tererorganisasi sebagai hasil usaha pembelajaran yang telah dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Prinsip-prinsip penilaian portofolio yaitu:
1.      Saling percaya.
2.      Keterbukaan.
3.      Kerahasiaan.
4.      Milik bersama.
5.      Kepuasaan dan kesesuaian.
6.      Budaya pembelajaran.
7.      Refleksi.
8.      Berorientasi pada proses dan hasil.
Keunggulan dari portofolio adalah penilaian portofolio dapat menilai kemampuan siswanya secara menyeluruh, penilaian portofolio dapat menjamin akuntabilitas, penilaian portofolio merupakan penilaian yang terbuka, penilaian portofolio bersifat self evaluation.
Kelemahan dari portofolio adalah memerlukan waktu dan kerja keras, penilaian portofolio memerlukam perubahan cara pandang, penilaian portofolio memrlukan gaya belajar, penilaian portofolio memerlukan sistem perubahan pembelajaran.



















B.     Kelebihan Buku II
Buku Kurikulum Dan Pembelajaran yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd. ini memiliki beberapa kelebihan yakni.
Pertama, buku ini banyak menjelaskan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sehingga kita dapat membandingkan dengan kurikulum lainnya. Contohnya perbandingan KTSP dengan kurikulum 2013.
Kedua, buku ini memiliki banyak referensi dari buku-buku yang lain, dengan begitu buku ini sangat relevan.
Ketiga, buku ini banyak menjelaskan daftar gambar dan daftar tabel sehingga pembaca sangat mudah memahaminya.
Keempat, buku ini menjelaskan cara membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyusun silabus.
Kelima, mampu mengetahui hubungan kurikulum dan pembelajaran kepada pembaca dan pada perinsipnya kurikulum dan pembelajaran tidak dapat dipisahkan  seolah-olah bagaikan dua sisi dari satu mata uang yang Keduanya sangat penting dan saling membutuhkan.
Keenam, bahasa yang digunakan pengarang dalam buku ini menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau dengan kata lain pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang dapat dipahami langsung oleh pembaca.
Ketujuh,  dalam menjelasakan opini penulis selalu dipaparkan pula mengenai fakta-fakta yang ada dalam masyarakat, membuat pembaca yakin akan buku ini.
Kedelapan, harga buku ini sangat murah sehingga buku ini sangat terjangkau dibeli oleh para calon guru yang ingin mengetahui tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau sering disebut KTSP.
Kesembilan, didalam buku ini terdapat faktor – faktor pendukung dari pengembangan kurikulum itu sendiri. Sehingga kita dapat mengatasi apabila faktor tersebut terjadi kepada kita.
Kesepuluh, buku mencantumkan daftar riwayat hidup pengarang sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas biografi wina sanjaya.
C.    Kelemahan Buku
Menurut catatan pengulas, setelah pengulas membaca buku ini ada beberapa kelemahan yang harus diperkuat dalam buku ini, antara lain :
pertama, buku ini hanya sedikit menjelaskan pengertian kurikulum. Didalam buku ini tidak dijelaskan pengertian kurikulum menurut para ahli.
Kedua, buku ini tidak memiliki rangkuman dan latihan dari setiap bab-babnya sehingga para pembaca tidak berminat membacanya dan buku ini kurang relevan.
Ketiga, di akhir buku seharusnya disediakan glosarium untuk memudahkan pembaca mengetahui arti kata-kata sulit.
Keempat, gambar depan dalam buku ini gelap dan blur sehingga pembaca kurang tertarik dengan gambarnya.
Kelima, walaupun harga buku ini terjangkau tetapi buku ini sangat tebal sehingga ada sebagaian orang untuk malas membacanya karena tebalnya buku ini.
Keenam,  sebaiknya buku ini memberikan perbandingan antara KTSP yang lama dan yang baru dan apa saja kekurangan KTSP lama sehingga mengalami revisi ke tahun yang lebih tinggi lagi.
Ketujuh, sebaiknya gambar dan tabel pada buku ini sebaiknya diberi warna sehingga memiliki daya tarik orang untuk membacanya.
Kedelapan, di akhir buku seharusnya disediakan glosarium untuk memudahkan pembaca mengetahui arti kata-kata sulit. Seperti kata-kata dalam bahasa inggris seharusnya diletakkan dalam glosarium agar pembaca yang kurang pandai dalam bahasa inggris mengerti.
Kesembilan, Buku ini ditulis hanya dengan tinta hitam sehingga para pembaca sangat sulit untuk mencari point-point penting yang ada dalam buku ini.
Kesepuluh, kualitas kertas pada buku ini kurang bagus sehingga buku ini dapat sobek dan mudah lepas.


Perbandingan antara buku I dan buku II
1.      Segi isi Buku
Dalam buku I menjelaskan tentang pengertian kurikulum dan pembelajaran menurut para ahli, landasan-landasan pengembang kurikulum, fungsi dan peranan kurikulum, komponen dan prinsip pengembang kurikulum. Sedangkan dalam buku II, menjelaskan tentang pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang belum kita ketahui dan bagaimana caranya kita mengimplementasikan kurikulum dalam proses pembelajaran. Hal ini dalam penganalisisan saya pada  buku I dengan buku II saling berkaitan karena permasalahannya berkaitan erat dengan kurikulum dan pembelajaran  karena kita sebagai calon guru kita harus mengetahui pengertian kurikulum dan pembelajaran dan cara menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar kita tidak salah dalam menyusunnya dan mengimplementasikannya.
Buku I disusun oleh dua puluh penulis sehingga buku ini memiliki referensi yang bagus sedangkan buku kedua ditulis oleh satu pengarang tetapi pengarang tersebut mencari referensi dari beberapa buku baik dari dalam maupun dari luar.
2.      Segi Kualitas Buku
Buku I sudah dicetak sampai lima kali dan buku yang saya analisis ini hasil cetakan kelima. Kualitas buku satu sangat bagus tetapi didalam cover pada buku ini terlalu gelap sehingga pembaca kurang berminat untuk membelinya. Sedangkan buku II dalam cover buku ini terdapat tulisan “bacaan dilarang keras mengutip, menjiplak atau mengcopy sebagian atau seluruh isi buku ini” jadi pembaca patut mengetahui dan mempelajari isinya, karena penting dalam dunia pembelajaran dilingkungan sekolah maupun di masyarakat sekitar kita, karena jika kita ingin menjadi guru profesional maka guru harus mengetahui faktor-faktor psikologi apa saja yang terdapat pada siswa dalam melakukan proses pembelajaran sehingga guru dapat mengatasinya.

3.      Segi Gaya Bahasa
Gaya bahasa pada kedua buku ini sama-sama baik, mudah dipahami dan dimengerti oleh pembaca.
4.      Segi Penulis
Pada Buku I dan II, Penulisnya kreatif. penulis menyertai daftar gambar dan daftar tabel sehingga pembaca mudah memahaminya. Penulis pada buku I tidak menjelaskan kurikulum KTSP dan penyusunan silabus dan RPP. Sedangkan pada buku II lebih banyak menyertai daftar tabel dan daftar gambar sehingga pembaca lebih mudah memahaminya dan buku II ini juga terdapat contoh penyusunan RPP sehingga pembaca lebih mudah menyusun RPP sendiri.
5.      Kelebihan dan kekurangan Buku
·         Kelebihan
Kelebihan pada buku II pada cara penyampaiannya yang sangat menjelas, disertai gambar dan tabel  yang sangat jelas dan didukung oleh ahli-ahli dalam kurikulum dan pembelajaran dari seluruh dunia.  Buku ini lebih menjelaskan pengertian kurikulum dan pembelajaran serta landasan-landasan pengembang kurikulum. Sedangkan pada buku II memiliki kelebihan pada cara penyampaiannya yang sangat jelas, diperkuat dengan gambar-gambar proses pengamatan dan proses evaluasi disertai pula daftar tabel sehingga pembaca mudah memahami dalam menulis struktur kurikulum baik SD maupun SMA/SMK sehingga kita tidak akan menyulitkan pembaca, penulis juga menjelaskan motivasi dan psikologi sehingga kita sebagai calon guru mudah mengatasi psikologi siswa nantinya.
·         Kekurangan
Kekurangan buku I tidak menjelaskan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan tidak menjelaskan faktor-faktor psikologi siswa dalam proses pembelajaran. Sedangkan Kekurangan pada buku II ini penulis tidak menjelaskan secara jelas pengertian kurikulum dan pembelajaran secara jelas dan tidak memiliki rangkuman dan latihan sehingga buku ini kurang relevan.

Kesimpulan
Dalam kedua buku ini sama-sama menjelaskan kurikulum dan pembelajaran. Tetapi hanya saja pada buku I lebih menjelaskan tentang pengertian kurikulum dan pembelajaran, landasan-landasan pengembangan kurikulum, konsep pembelajaran saja. Buku II lebih menekankan sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tujuan KTSP,menjelaskan jenis-jenis motivasi sehingga dalam buku ini guru lebih menekankan untuk memberikan sebuah motivasi-motivasi positif untuk meningkatkan siswa dalm proses pembelajaran agar siswa tidak tertekan dalam menerima materi pelajaran. Cara mengamati dan memerhatikan siswa sehingga siswa tidak kecewa dengan kita, dan guru harus pandai mengatur volume suara dalam penyampaian materi pelajaran. Bagaimana cara menjadi guru yang profesional. Dengan memiliki bahasa yang sama-sama baik, mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca. Dalam kedua buku ini memiliki daftar gambar dan daftar tabel didalam daftar gambar dan tabel tersebut memiliki penjelasan agar pembaca mudah memahaminya.
Tetapi dari kedua buku tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Buku I memiliki kelebihan pada cara penyampaiannya yang sangat menjelas, disertai gambar dan tabel yang sangat jelas dan didukung oleh ahli-ahli dalam kurikulum dan pembelajaran dan kekurangannya adalah tidak terlihat jelas karena sudah banyak di revisi. Dalam buku II memiliki kelebihan pada cara penyampaiannya yang sangat jelas, diperkuat dengang gambar dan tabel dalam penyusunan silabus, RPP dan melakukan evaluasi baik dengan cara tes maupun non tes kemudian membuat portofolio. selain itu, penulis lebih menekankan pengertian KTSP dan menuliskan pengertian dan jenis-jenis motivasi. Kekurangannya tidak memiliki rangkuman dan latihan sehingga pembaca sangat sulit untuk mencari point-point yang sangat penting. Jadi, dengan kata yang lain kami berpendapat bahwa pengembangan kurikulum sendiri adalah kegiatan yang mengacu pada usaha untuk melaksanakan dan mempertahankan serta menyempurnakan kurikulum yang telah ada guna memperoleh hasil yang lebih baik lagi.

Saran
Saran saya untuk guru dan calon guru harus memiliki kedua buku ini dengan harganya sangat relatif murah dan mudah terjangkau, buku ini juga bermanfaat bagi kita karena didalam isi kedua buku ini menceritakan tentang kurikulum dan pembelajaran serta penyusunan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan portofolio . Hanya saja didalam buku yang dituliskan oleh tim pengembang MKDP kurikulum dan pembelajaran seharunya dijelaskan juga bagaimana cara menyusun silabus dan RPP serta menjelaskan juga faktor-faktor psikologi dalam belajar sehingga pembaca dapat membandingkan buku satu dengan yang buku yang lainnya.
Dalam  buku I seharusnya juga menjelaskan bagaimana cara meningkatkan profesional guru dalam proses pembelajaran agar para guru maupun calon guru dapat menjadi profesional. Karena ada sebagian guru yang tidak memiliki pengajaran yang baik.
Dalam hal ini pendidik juga harus lebih banyak memberikan motivasi dan inovasi agar dapat mendorong siswa dan berfungsi sebagai pengarah dan dalam hal pembelajaran siswa tidak dapat dipaksakan dalam proses pembelajaran karena jika kita paksakan siswa tersebut tidak akan nmemahami apa yang diberikan oleh gurunya.
Guru juga harus mengamati dan memerhatikan siswanya tidak hanyas satu orang saja melainkan semua siswanya dengan kita mengamati dan memerhatikan mereka dengan begitu dalam proses pembelajaran akan baik. Siswa tersebut pun akan senang dalam proses pembelajaran. Guru juga harus mengkritik positif siswa agar dapat meningkatkan motivasi belajaran siswa, karena sebuah kritikan itu bukan ingin menjatuhkan siswa melainkan untuk membangun siswa agar tidak putus asa dalam melakukan sebuah pekerjaaan.
Dalam kedua buku ini, buku tersebut memperbaiki cover luar agar lebih menarik para pembaca untuk membelinya karena sebuah cover buku yang bagus akan menilai isi buku tersebut pula dan memperbaiki kualitas kertas agar tidak mudah sobek.

Referensi
Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, (2016), Kurikulum & Pembelajaran, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Sanjaya Wina, (2015), Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Prenada Media Group.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar